KKL-DR Burukya Hidup Dalam Keserakahan
KKL-DR BurukNya Hidup Dalam Keserakahan (HidupNya Tidak Akan Berarti Jika Memiliki Sifat Yang Serakah Dan Tamak)
Assalamu'alaikum wr.wb.
Semoga kita semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ❣️.
Didalam kehidupan sudah sering kita lihat bagaimana orang-orang serakah ini hidup, apakah dia tentram damai atau bagaimana. Serakah sering terjadi antara orang lain, teman bahkan terhadap saudaranya sendiri, Na'udzubillah.
SERAKAH adalah suatu keadaan jiwa yang membuat manusia tidak puas dengan apa yang dimilikinya dan berusaha ingin memiliki yang lebih banyak lagi. Keserakahan ini tidak hanya pada pemilikan harta, tetapi juga terhadap makanan, minuman, kegiatan seksual, dan sebagainya.Ini termasuk penyakit hati yang tercela dan tidak sehat, karena hati orang serakah tidak pernah tenang, puas, dan selalu merasa kekurangan. Karena itu, bisa terdorong berbuat buruk, untuk memenuhi nafsu serakahnya terhadap harta dan kedudukan.
Itulah sebabnya Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan bahaya sifat serakah.
“Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya. Segala keperluannya akan Allah kumpulkan dan keperluan dunia akan datang. Barangsiapa menjadikan (motivasi) dunia sebagai cita-citanya Allah akan menjadikan kefakiran di hadapan matanya dan akan menjadikan kacau segala urusannya. Sedangkan dunia (yang dicarinya sungguh-sungguh) tak ada yang datang menghampirinya melainkan sesuai dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah atas dirinya, pada sore dan pagi harinya dia selalu dalam kefakiran.” (H.R. Tirmizi).
7 Tanda-tanda orang serakah yang harus kita hindari.
1. Dia tidak peduli dengan orang lain selain dirinya sendiri.
2. Dia rela melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia mau.
3. Dia tidak punya batasan.
4. Dia tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki.
5. Dia jago memanipulasi orang lain.
6. Dia suka iri.
7. Dia suka menjajah dan menguasai dalam cara yang buruk.
Rasullullah SAW. juga mengingatkan kita :
Setiap anak Adam akan mengalami masa tua, kecuali dua hal, yaitu kerakusan terhadap harta benda dan panjangnya umur.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Sabda Rasulullah itu menjelaskan bahwa nafsu untuk menumpuk harta dan mencapai kedudukan yang setinggi-tingginya dalam kehidupan dunia itu sebenarnya manusiawi dan dapat menjadi motivasi untuk meraih kemajuan dalam kehidupan dunia, seperti kekayaan, kedudukan, dan ilmu pengetahuan, tetapi nafsu itu harus dikontrol agar tidak menimbulkan ekses negatif.
Orang yang berbuat kebajikan itu selalu hidup terhormat, terpandang, dan merdeka, ia kebal terhadap penyakit yang ditimbulkan kelimpahan harta di dunia serta hukuman di akhirat.
Misalnya : antara keluarga bisa jadi hubungan nya retak alias tidak akur, istilahnya saudara sendiri juga dimakan.
Na'udzubillah
Semoga kita semua terhindar dari sifat yang serakah, dengki, iri, tamak, dan lain sebagainya.
Semoga bermanfaat, see you next time.
Sekian, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuuh.

Komentar
Posting Komentar